Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Mengenal Hujan Meteor Perseid yang Bisa Kamu Saksikan pada Malam Ini!

Penampakan indahnya langit Virginia, Rabu (11/8) ketika terjadi hujan meteor Perseid.

——

Mengenal Hujan Meteor Perseid yang Bisa Kamu Saksikan pada Malam Ini!

———


Meteor Perseid adalah sisa partikel komet potongan-potongan asteroid yang pecah. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.

Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi. Komet Swift-Tuttle ditemukan pertama kali pada tahun 1862. Benda ini mengorbit Matahari setiap 133 tahun sekali, terakhir melewati tata surya bagian dalam pada tahun 1992.

Setiap pertengahan Juli hingga Agustus, Bumi melintasi orbitnya sehingga sisa material komet tadi tertarik oleh gravitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor.

Perseid yang mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus dianggap sebagai hujan meteor terbaik tahun ini.

Sebab, meteor akan bergerak sangat cepat dan terang, bahkan masih ada secercah cahata dan warna yang panjang saat mereka melesat melintasi atmosfer bumi.


Informasi dari Pusat Sains Antariksa (LAPAN)

Menurut Pusat Sains Antariksa (LAPAN), peristiwa hujan meteor Perseid ini sudah berlangsung sejak tanggal 17 Juli yang lalu, hingga 24 Agustus mendatang.

Untuk puncaknya sendiri akan terjadi pada Kamis, (12/8/2021) sampai dengan Jumat, (13/8/2021). 

NASA mengatakan waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena alam ini adalah pada tengah malam dan fajar Kamis hari ini. NASA juga menyebutkan bahwa di Bumi bagian utara dan wilayah yang jauh dari polusi cahaya kemungkinan bisa melihat 40 Perseid per jamnya. Sementara untuk wilayah Bumi Selatan melihat lebih sedikit Perseid.

Mengamati hujan meteor Perseid tersebut bisa dilakukan tanpa terpengaruh oleh cahaya dari Bulan. 

Artinya, jika kamu ingin mengamati hujan meteor satu ini, usahakan menghindari tempat yang terlalu terang agar kamu bisa menikmati pemandangannya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer