Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Sakura Bloom Kitsune 🌸 Genshin Impact Fanfiction: YAE MIKO X KAMISATO AYATO ( YAEYATO ) , KAMISATO AYAKA Modern Inazuma AU

 "Ayato Onii-chan! Tadaima!!"

"Hekh- i-itu-


RUBAH PINK!?"



🌸

Jessie S. presents

Sakura Bloom Kitsune

Kala itu bunga sakura bermekaran. Hari sempurna, waktu pertemuan kita.

🌸🌸🌸


tubuhnya ringkih

"WA-WANITA!!!!"

"Te-terima kasih

"Tolong tampung aku!"

"Seekor kitsune datang ke desa ini, dia ekor sembilan pula. Ada pesan apakah dari dewa, sampai-sampai kau kemari?" bicaranya penuh wibawa.

Yae Miko mengedip-kedipan kedua mata. "Zaman sekarang ini masih ada yang percaya sama legenda itu?"

"E-eh?"

"Eh?"

"EEEEEEEEEEHHHHHHH?!!"


🏢


"Nona Yae Miko, tak bisakah kau pakai baju yang lebih.. ukh- sopan sedikit?"

"Kenapa, Tuan Muda Kamisato? Ada sesuatu darimu yang terbangun?"

"TUAN MUDA DAN NONA- TOLONGLAH- Nona Ayaka masih terlalu muda buat dengar omong kosong apapun yang kalian cakapkan sekarang!!" teriak Thoma panik, buru-buru menutup

"Thoma, apaan sih? Aku di sekolah juga sudah belajar biologi tau!"

'THOMAAAA KENAPA AYAKA BISA SAMPAI TAHU BEGITUAN-- 

"KATA NONA DIA BELAJAR DARI SEKOLAH--"

"MAKSUDMU SISWI JUGA BELAJAR HAL ITU?"

"TUAN MUDA, TOLONG YANG BENAR SAJA- KENAPA ANDA SERASA PAYAH SEKALI DALAM HAL SEPERTI INI!?"

"THOMA, KAU DARI TADI MEMBENTAKKU TERUS--"

"Ara~ dasar kalian para lelaki kolot. Memangnya wanita tak boleh rasakan lebih pintar dari kalian? Fufu-"

"Maafkan Kakakku, Nona Yae. Dia dari sekolah dasar sampai kuliah khusus laki-laki. Jadi dia agak terbelakang masalah sepele begini."

"Oya? Oh, pantas. Itu menjelaskan kenapa kakamu yang tampan itu begitu antik."


🏢



"A-aku harus pergi."

"Terima kasih, selamat tinggal."


Kala itu bunga sakura bermekaran. Hari sempurna, waktu pertemuan kita.

Langit warna biru cerah, buatku teringat akan dirimu. Angin semilir berhembus cukup, tak kencang atau malah terlalu pelan. Kelopak bunga merah muda milik si sakura berjatuhan dari pohonnya, tertiup angin itu. Cuaca yang cocok untuk memulai sebuah kisah baru.

Kini semua hanya kenangan, terpotret dalam karangan ini yang abadi.

Sakura Bloom Kitsune, begitulah kausebut diriku.






Komentar

Postingan Populer