Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Waifu in Your Wi-fi | Vocaloid Fanfiction Collection: Hatsune Miku

 



   Waifu in Your Wi-Fi, begitulah slogan aplikasi Privatus Adsertor: Security. Fitur yang beda dari aplikasi antivirus ponsel lain yang digembor-gemborkan oleh developernya adalah Artificial Intelligence (AI) dengan visualisasi cantik jelita berambut hijau toska, persis seperti model-model artis virtual masa kini. Karakter yang diisi suaranya oleh manusia hidup.

Fitur itu dan nama aplikasi yang mirip game RPG membuatku menaikkan alis. Jadi tertarik buat mendownloadnya.

[Currently installing Hatsune Miku in your device....]

“Namanya Hatsune Miku?” Aku refleks tertawa saat membaca notifikasi di layar. “Huh? Tunggu. Hatsune Miku? Rasanya seperti pernah dengar—”

[Instalation completed.]

“Heh– cepat juga!” 

Dari ponsel itu, tetiba suara cempreng robotik terdengar, [Hatsune Miku at your service. How can I help you today?]

Meski berbahasa Inggris dan memiliki suara robot, AI bervisualisasi rambut hijau terang itu berbicara dengan aksen Jepang yang kental. Broke English? Bukan, Japanglish!

“Apaan nih? Ndak bisa bahasa Inggris!”

[To open the setting feature, you must follow some procedure,] ujar sang AI di dalam layar kaca. [First, please enter your name....]

“Anjir, buka setting aja kudu masukin nama?”

Sejenak terdengar bunyi mirip keyboard yang ditekan. Setelah bunyi itu berakhir, muncul kotak notifikasi berisi, [Insert your name here...] di layar.

Aku memegang kening, karena tiba-tiba merasa pusing. Sambil menahan pusing itu, aku mengetikkan nama panggilanku di sana.

[Welcome, 《User3108》. Please let me introduce my self. I am Hatsune Miku, your phone guardian ... or should I say, your Waifu in Wi-Fi? Hehehe!]

Astaga... suara robotik itu tertawa. Memang tak seaneh tawa Google Assistant, tapi tetap saja geli mendengarnya. Ukh, jadi tambah pusing, deh.

“Eh, bahasa Inggrisnya 'bahasa' apaan, ya?” Seketika ruangan menjadi sunyi, bahkan si Hatsune Miku pun tak lagi berbunyi — seolah memberikanku waktu berpikir.  Maka aku memejamkan mata, berusaha mengingat-ingat pelajaran bahasa Inggris yang tak kusukai. Beberapa saat aku berpikir, hingga aku menjentikkan jari. “Language, language! Set language! Change to Bahasa Indonesia!

[Bahasa telah berhasil diubah ke Bahasa Indonesia. Mau coba ubah nama pengguna...]

____

Happy 15th Birthday, Miku!

Komentar

Postingan Populer