Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

The New Quantum on Team

  





Seharian ini, dengan battlesuit Stygian Nymph-nya, Seele terus saja mondar-mandir di ruangan dormitory TEAM 1. Berulang kali ia mengambil dan membuang napas. Air mukanya tidak sedap, kernyitan muncul di kening gadis itu.

Senti, yang sedang bersantai di sofa, pun ikut mengernyitkan dahi melihat aksi Seele. 

Kesal dengan hal itu, Senti lantas menegur gadis satu itu. "Heh, Ungu-pendek! Kau itu kenapa, sih!?" omelnya.

Seele menoleh atas teguran tersebut. Ia terlihat berpikir sejenak. Mungkin ia sedang mempertimbangkan kembali apakah sebaiknya memberi tahu Senti yang sesungguhnya atau tidak. Akan tetapi, pada akhirnya Seele tetap menumpahkan keluh kesahnya.

Tentu saja, setelah berikutnya ia mendapat ultimatum dari sang Herrscher of Sentience untuk segera menceritakannya.

"Sepertinya aku bakal digantikan," gelisah Seele, sebagai prolog dari cerita singkatnya.

Alis Senti lantas naik satu. "Ha?! Memangnya siapa yang berani–"

"–Vill-V! 『Helix Contraption』, battlesuit baru yang ada di 「Expansion Crate」 itu!" 

"Vill-V?"

Senti menempelkan jari telunjuk di dahi. "Jangan bersedih begitu, kau tahu? Aku bisa dia dapatkan dari 「Starter Crate」,. Sial, aku sadar sekali aku sudah kalah META dengan si brengsek 『Herrscher of Flamescion』 itu!" "sekarang dia sudah tak punya lagi Beginner’s Luck yang dielu-elukan itu."

"Buat menyebut HoF 'brengsek' ... uh, bukannya kalian berteman?"

"Eh, berarti mungkin harusnya kupanggil dia bangsat?"

"... astaga, ini terlalu buruk. Ampuni hamba, Tuhan ... telinga hamba telah ternodai oleh tak beradabnya dunia ini."

"Oh, ternyata sebelum aku ada bocah Quantum juga ternyata!" adalah kalimat pertama yang Vill-V katakan begitu ia menginjakkan kakinya di dormitory.

"Tante Vill-V!"

"Hoh! Griseo~"

Komentar

Postingan Populer