Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Pardo's Silent Birthday — Honkai Impact 3rd Fanfiction: Pardofelis, Raiden Mei

 Hari cerah seperti biasa di Dunia Elysia, yang kini tak bermalam. Hingga saat dirinya melewati Toko Can, terdengar suara bising yang tak biasa dari sana. 

Mei memijat pelipis. Lalu melengok ke dalam gubuk itu. "Ada keributan apa ini?"

Gadis bertelinga dan berekor kucing yang tadinya sedang sibuk itu, Pardofelis, menengadah. "Ulang tahunku, Bos!" Ia berseru penuh semangat.

"Sejak kepergian Elysia, dunia ini begitu sunyi— jarang terdengar tawa, bahkan kekehan kecil sekalipun. Semua memasang. Aku takut," cicit Pardofelis. Kepalanya tertunduk saat berbicara.

"... aku memang bukan orang yang pandai menghibur orang. Tapi, apa Kau mau pergi ke Taman Hiburan bersamaku?"

Mata Pardofelis berbinar. "Lebih dari cukup, Bos!"

"Terimakasih, Bos!"

"Bos, Raiden Mei ... Anda tahu kalau Aku cuma memori, 'kan, Bos?" ujar Pardofelis. 

"Ya ... Aku cuma memori. Bos, setelah Anda keluar dari sini, Anda tak akan ingat denganku lagi. Tak perlu repot-repot untuk menghiburku begini ... dan sebentar lagi, meski tak kuinginkan, Dunia Elysia juga sepertinya akan runtuh. Anda tahu itu. Tapi kenapa ...?"

"Tidak ada alasan khusus, Pardo," kata Mei, lalu tersenyum ramah. "Tapi kalau Kau mau, bisa dibilang ini tanda terimakasihku padamu."


——


Latar waktu ff ini sebelum Pardofelis didonat sama 'Vill V' ya, menteman😥

Komentar

Postingan Populer