Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Kedatangan Pengarang Baru Maniak Jepang di Dwayalatus, Ansekishoku Plume!


 :00 

O-ohayo, tomodachi!

Perkenalkan nama (samaran) saya Ansekishoku Plume. Plume namanya, Ansekishoku marganya. Anggap aja gitu, eh?

Mulai dari pertama kali postingan ini di-post, saya resmi jadi member pengarang Dwayalatus! 

Kalau boleh jujur, saya nulis ini sambil gemetaran. Begitu gugupnya, (awalnya) saya sampai gak sadar kalau saat ini sedang menulis perkenalan dengan gaya ketiknya Mbak Shinadara. Hehehehe.

Maaf, Mbak. Saya pinjam dulu, biar keliatan berkarisma di first impression! Ngehehehehe.

Omong-omong, tolong abaikan judulnya. Saya nggak begitu maniak sama budaya Jepang, kok. Itu judulnya ngapusi bohong! Yang kasih judul itu Mbak Jessie. Ini perpeloncoan terhadap kouhai!

Eh, gak kok, gak. Bercanda aja itu. Di antara kru Dwayalatus gak ada yang namanya perpeloncoan. Apalagi ke member baru. Saya yakin itu. Cuma memang ada Mbak Jess, yang agak jahil (dan nyebelin) aja.

Saya kaget karena tiba-tiba dapat undangan!


Eh, bercanda! Saya nggak seberapa kaget, karena sebelumnya saya sudah mendaftar lewat [Formulir Kontak] yang ada di sidebar blog ini.

Yang ku maksud itu:
Screenrecording video cr to Mbak Shinadara
Siapa tau kalian juga bisa join ke sini, kan? Kata Mbak Shina, Dwayalatus juga lagi butuh anggota penulis, biar blog ini tetap bisa 'hidup' kalau-kalau nantinya Mbak Shinadara ataupun Mbak Jessie sedang sibuk.

Sebelum saya akhiri chit-chat jikidikik jakadak gak jelas ini, saya mau berterimakasih dulu ke Mbak Shinadara dan Mbak Jessie, yang sudah mengundang dan mengajari saya bagaimana cara mengoperasikan Blogger ini.

Bagi teman-teman kru Dwayalatus (saat post ini ditulis total ada 6 orang, termasuk saya), semoga kita bisa akrab dan terus berkarya!

Bagi pembaca Dwayalatus, semoga suka sama apa yang saya tulis ke depannya!

Sayonara!


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer