Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

Kisah Latar Belakang Xiao eks 4NEMO di 'Momen Ria'

Ketika umurnya hampir 13, pernah Xiao iseng-iseng memublikasikan cover lagunya di YouTube. Akan tetapi, rupanya hasil keisengannya itu menarik hati Celestia Record, sebuah agensi ternama yang menjadi tempat bernaungnya sekumpulan artis papan atas. Mereka berkenan untuk merekrut Xiao sebagai salah satu trainee idol-nya.

Senangnya bukan main hati Xiao saat membaca surel yang masuk ke emailnya. Xiao bermaksud mengiyakan. Email ini adalah tiket merubah nasib yang diberikan cuma-cuma. Kapan lagi dalam seumur hidup dapat jackpot seperti ini? Demi hidup yang lebih baik ..., pikirnya.

Dengan berat hati, Zhongli melepas adik semata wayangnya untuk pergi ke Mondstadt, yang dijuluki kota idola masa kini, agar bisa menerima pelatihan profesional dari agensi di sana. Dengan satu syarat: pendidikan harus tetap jalan.

Maka, pergilah Xiao yang kala itu masih berusia 12 tahun ke Mondstadt.

Pada umur yang baru menginjak 14 tahun, Xiao berhasil debut bersama tiga rekan sebayanya di 4NEMO. Dipenuhi dengan anggota bervisual bak lukisan dan suara merdu, 4NEMO berhasil meraih kejayaannya untuk waktu yang lama.

Tahun keenam sejak debut menjadi penanda awal meredupnya karir 4NEMO sebagai grup. Keempat anggotanya tercerai, sibuk dengan jadwal kegiatan solo masing-masing. Fandom pun ikut terpecah, banyak yang mulai melupakan fakta bahwa 4NEMO merupakan sebuah grup kesatuan. 

Berbenturan dengan menjelang masa habisnya kontrak, 4NEMO mendadak sepi peminat. Siapa sangka 4NEMO yang awalnya terlihat begitu menjanjikan, bisa dikalahkan oleh 'kutukan 7 tahun' yang kramat di dunia hiburan? 

Tidak ada. Tidak ada yang mengira pada akhirnya karir mereka akan usai di sini. Semuanya terjadi begitu saja, seperti angin lalu.

Setelah bubarnya 4NEMO, di saat member lain memilih untuk lanjut berkarya di bidang entertaintment, Xiao memilih untuk 'menghilang'.

Sejatinya kala itu ia masih 21 tahun, masih muda. Wajah dan suaranya pun masih semenawan ketika dirinya pertama kali tampil di panggung, justru lebih apik. Masih ada kesempatan bagi dirinya untuk bersinar.

Namun, daripada itu Xiao lebih memilih untuk kembali ke kampung halamannya, Liyue ... dan menyambung kehidupan normalnya.

Komentar

Postingan Populer