Langsung ke konten utama

Featured Post

Anxious Escape: Kidung Malapetaka di Ranah Hening | Genshin Impact Fanfiction: Flins X Lauma — AncientGodAU

      Pada zaman ketika langit masih rendah dan nama para dewa dirapalkan dengan lutut bergetar, di bawah langit yang masih muda, dunia belum mengenal belas kasih. Kala itu, bahkan gunung-gunung belum memiliki nama dan manusia hanyalah remah-remah debu di bawah tumit para penguasa langit. Manusia hanyalah bayang-bayang yang hidup di sela akar, serangga kecil yang bernapas atas izin makhluk abadi—para dewa yang angkuh, dingin, dan kekal, tersebutlah sebuah takdir yang dipahatkan pada getah emas Pohon Takdir—Duv. Serat kuno menyebutkan, pada masa ketika dunia belum dinamai, para dewa tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergantung padanya. Bumi pada awalnya adalah hamparan tanpa arah. Langit melayang tanpa batas. Dunia bawah menganga tanpa pintu. Tidak ada yang menghubungkan satu dengan yang lain, hingga sebatang pohon pertama tumbuh. Pohon yang tidak tumbuh karena air atau cahaya, melainkan karena  kebutuhan kosmos akan keseimbangan. Di jantung rimba utara, pohon ya...

50 Cara 'Tuk Curi Hatimu : Chapter 3 | ThomAya Prompt (ft. Jagoan Garuda)

Thoma mulai menerapkan strategi “Jaga Jarak, Biar Dia yang Nyariin”, dan hasilnya langsung terasa—untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Ayaka menyadari betapa kehadiran Thoma telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesehariannya. 

Dari pagi tanpa sparring partner, siang tanpa teh favorit, hingga sore tanpa senyum ramah yang selalu menyambutnya, semuanya terasa… aneh. Tapi apakah ini cukup untuk menggoyahkan hati gadis itu? 

Ataukah Ayaka hanya merasa terganggu karena kebiasaannya berubah? 

Sementara Jagoan Garuda merayakan keberhasilan kecil mereka, Thoma mulai mempertanyakan apakah strategi ini benar-benar akan membawa hasil—atau justru menjauhkan mereka lebih jauh. Namun, sebelum keraguannya semakin dalam, Ayaka tiba-tiba datang menemuinya, kali ini dengan tatapan yang sulit ditebak. Apakah ini pertanda bahwa rencana mereka mulai berhasil? Ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang sedang tumbuh di dalam hatinya?



📝


Chapter III: Cara Ketiga – Tunjukkan Daya Tarik Lain!

Jagoan Garuda berkumpul lagi di markas mereka—alias warung pinggir jalan tempat mereka biasa brainstorming misi gila.

“Jadi, gimana hasil ‘Jaga Jarak’ kemarin?” tanya Bala sambil menyeruput es teh.

Thoma menghela napas. “Aku gak tahu. Ayaka memang nyariin aku, tapi… rasanya bukan karena dia mulai suka. Lebih ke, ya… dia bingung kenapa aku gak ada.”

“Duh, pesimis amat,” keluh Yoimiya. “Padahal kemarin dia sampai nyamperin kamu, lho!”

Hanin mengangguk setuju. “Kali ini kita naik level. Kalau sebelumnya kita bikin Ayaka sadar keberadaanmu, sekarang kita bikin dia tertarik sama kamu.”

Childe menyeringai. “Saatnya tunjukkan daya tarik lain.”

Thoma membaca strategi mereka dengan skeptis.

  1. Tampil lebih menawan dengan gaya yang berbeda.
  2. Pamerkan kemampuan di bidang lain yang tak terduga.
  3. Bikin dia sadar kamu bukan sekadar ‘asisten pribadi’.

Thoma memijat pelipisnya. “Jadi aku harus… berubah total?”

Bukan berubah,” kata Bala santai. “Cuma upgrade versi diri sendiri.”


📝


Hari berikutnya, di kediaman Kusumadewa

Ayaka baru saja selesai berlatih kendo saat dia melihat seseorang berdiri di taman. Tapi kali ini… bukan Thoma yang biasanya dalam setelan asisten atau pakaian latihan.

Thoma berdiri di sana dengan pakaian kasual yang lebih santai tapi tetap rapi—kaus lengan panjang berwarna gelap, celana kain, dan sepatu kulit yang terlihat … keren?

Dan yang lebih mengejutkan, dia sedang memainkan biola.

Ayaka hampir berhenti di tempat.

Dia tahu Thoma bisa banyak hal, tapi… biola?!

Bunyi senar yang dimainkan Thoma terdengar lembut namun penuh emosi, sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan akan muncul dari sosok pria yang selama ini dia anggap sebagai penjaga setianya.

“Sejak kapan dia bisa bermain biola?” gumam Ayaka pelan.

Di belakangnya, Bala dan Childe yang menyamar sebagai tukang kebun saling sikut dengan ekspresi penuh kemenangan.

“Bro, lihat wajahnya,” bisik Childe. “Dia terpesona.”

Bala terkekeh. “Strategi ini mulai berhasil.”

Sementara itu, Thoma masih skeptis. Beneran ini bakal ngefek?

Tapi ketika dia menyelesaikan lagu dan menoleh ke arah Ayaka, dia mendapati gadis itu masih menatapnya.

Dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu di mata Ayaka yang .… 


berbeda.



TO BE CONTINUED....



Tokoh 50 Cara 'Tuk Curi Hatimu


  • Ayara Kusumadewi (Kamisato Ayaka) alias AYAKA
  • Thomas Günther Schumacher (Thoma) alias THOMA
  • Abimanyu Kusumadewa (Kamisato Ayato) alias ABIMANYU

Tokoh Pendukung

Kwarto Jagoan Garuda

  • Hu Tao as Hanindya Putri Ramananda (Hanin)
  • Naganogara Yoimiya as Naganohara Yoimiya (Yoimiya)
  • Childe as Ajax Lyubovich Ledovsky (Childe)
  • Scaramouche/Kunikuzushi as Khaizuran Balaaditya Saguntur (Bala)

Komentar

Postingan Populer